Di mana Allah ? - Ustadz Dr. Sofyan Baswedan, M.A.
# Salah satu Sifat Allah adalah Maha Tinggi,
# Ahlusunnah wal Jama'ah adalah mereka mengendalikan akidah mereka, (mengatur keyakinan berdasarkan dalil),
# Ahlul Bid'ah : dalil-dalil yang ada mereka kendalikan untuk melegitimasi apa yang mereka yakini terlebih dahulu, mereka berusaha menakwilkan kesana-kemari,memelintir maknanya, mereka menggunakan filsafat/ analogi-analogi yang tidak penah diajarkan oleh Rasulullan dan Salafussolih,
# Salah satunya mereka memelintir Hadist Jariyah (seorang budak kecil wanita), diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Mu'awiyyah ibnul hakam, J "ada seorang budak kecil yang ditanya oleh Rasulullah, dimanakah Allah ? ... si budak menjawab : Allah Fissamaa,... Kemudian Rasulullah menanyakan lagi, Man Anaa ? ... Siapakah aku ? ... kata si budak : anta Rasulullah. Maka Nabi berkata kepada Muawiyyah : Merdekakan dia karena dia adalah seorang budak yang beriman kepada Allah dan rasulnya.
# Juga diriwayatkan oleh Abu Daud dari Sahabat Abu Hurairah : "Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dengan membawa seorang budak wanita berkulit hitam dan tidak bisa berbahasa arab, laki-laki ini berkata : Wahai Rasulullah saya memiliki tanggungan/kafarat yang harus saya bayar berupa memerdekakan seorang budak yang beriman, maka rasulullah bertanya kepada budak itu, dimana Allah ? ... si budak ini memberikan Isyarat dengan telunjuknya ke arah atas/langit, lalu rasulullah bertanya lagi, siapakah aku ? ... kemudian si budak mengisyaratkan telunjuknya ke arah Rasulullah dan juga ke arah langit, (karena dia tidak pandai berbahasa arab) yang maksudnya engkau rasul dari arah sana, kemudian rasulullah berkata merdekakan dia.
# Demikian juga dalam kitab sunan anasai maupun dalam kitab almuwatta imam malik, semuanya mengandung ainalloh jawabannya fissamaa, terkadang menjawab dengan lisan terkadang dengan isyarat ke arah langit.
# Dari riwayat-riwayat ini, Imam addahabi dalam kitab Al'uluu, beliau mengatakan : ini adalah hadist shahih diriwayatkan Imam Muslim, Abu Daud, Annasai, dll. Banyak imam-imam hadist lain yang meriwayatkan dalam kitab-kitab mereka, para imam ini meriwayatkan hadist ini begitu saja sebagaimana yang mereka terima dari para perawi/guru-guru mereka. Mereka pahami sebagaimana dahirnya.
Komentar
Posting Komentar