Kisah Syahidnya Husein Radhiallahu ‘anhu di Padang Karbala - Kisah Muslim Yufid TV
- Pada tahun 60 H, ketika Mu'awiyah bin Abi Sufyan wafat penduduk Irak mendengar kabar bahwa Hussei bin Ali belum berbaiat kepada Yazid bin Muawiyah,
- Maka orang-orang irak mengirim utusan kepada Hussein yang membawakan Baiat mereka secara tertulis kepadanya,
- Penduduk Irak tidak ingin kalau Yazid bin Muawiyyah menjadi Khalifah,
- Bahkan mereka tidak menginginkan Muawiyyah, utsman, Umar dan Abu Bakar menjadi Khalifah,
- Yang mereka inginkan adalah Ali dan Anak Keturunannya menjadi pemimpin umat Islam,
- Melalui utusan tersebut sampailah 500 pucuk surat lebih yang menyatakan akan membaiat hussein sebagai Khalifah,
- Setelah surat itu sampai di Mekah, Hussein tidak terburu-buru membenarkan isi surat itu,
- Ia mengirimkan sepupunya Muslim bin Aqil untuk meneliti kebenaran kabar baiat ini,
- Sesampainya Muslim di Kufah, ia menyaksikan banyak orang yang sangat menginginkan Hussein menjadi Khalifah,
- Lalu mereka membaiat Hussein melalui perantara Muslim bin Aqil, Baiat itu terjadi di kediaman Hani' bin urwah,
- Kabar ini akhirnya sampai ke telinga Yazid bin Muawiyah di ibukota kekhalifhan Syam,
- Lalu ia mengutus Ubaidillah bin Ziyad menuju Kufah untuk mencegah Hussein masuk ke Irak,
- Dan meredam pemberontakan penduduk Kufah terhadap otoritas kekhalifahan,
- Saat Ubaidilah tiba di Kufah, masalah ini sudah sangat memanas,
- Ia terus menanyakan perihal ini hingga akhirnya ia mengetahui bahwa kediaman Hani' bin urwah adalah sebagai tempat berlangsungnya pembaiatan dan disitu juga Muslim bin Aqil tinggal,
- Ubaidilah menemui Hani' dan menanyakannya tentang gejolak di Kufah,
- Ubaidilah ingin mendengar sendiri penjelasan langsung dari Hani' walaupun sebenarnya ia sudah tahu tentang segala kabar yang beredar,
- Dengan berani dan penuh tanggung jawab, terhadap keluarga nabi (Muslim bin Aqil adalah keponakan nabi), Hani' mengatakan : "Demi Allah sekiranya (Muslim bin Aqil) bersembunyi di kedua telapak kakiku ini, aku tidak akan memberitahukannya kepadamu"
- Ubaidilah lantas memukulnya dan memerintahkan agar ia ditahan,
- Mendengar kabar bahwa ubaidilah memenjarakan Hani', Muslim bin Aqil bersama 4.000 orang yang membaiatnya mengepung istana ubaidillah bin ziyad, pengepungan ini terjadi di siang hari,
- Ubaidilah merespon ancaman Muslim dengan mengatakan akan mendatangkan sejumlah pasukan dari Syam,
- Ternyata gertakan ubaidilah membuat takut Syiah (pembela) Hussein ini,
- Merekapun berkhianat dan berlari meninggalkan Muslim bin Aqil hingga tersisa 30 orang saja, yang bersama Muslim bin Aqil, dan belumlah matahari terbenam hanya tersisa Muslim bin Aqil sendiri,
- Muslimpun ditangkap dan memerintahkan agar ia dibunuh, sebelum dieksekusi Muslim meminta izin untuk mengirim surat kepada Hussein, keinginan ini dikabulkan oleh Ubaidillah,
- Isi surat Muslim kepada Hussein : "pergilah, pulanglah kepada keluargamu, jangan engkau tertipu oleh penduduk kufah. Sesungguhnya penduduk Kufah telah berkhianat kepadamu dan juga kepadaku, orang-orang pendusta itu tidak memiliki pandangan (untuk mempertimbangkan masalah)"
- Muslim bin Aqil pun dibunuh padahal saat itu hari arafah. Hussein berangkat dari Mekah menuju Kufah di hari tarwiyah.
- Banyak sahabat nabi menasihatinya agar tidak pergi ke Kufah, diantaranya : Abdullah bin Abbas, Abdullah bin umar, Abdullah bin Zubair, Abu Said AlKhudri, Abdullah bin Amr, Muhammad alhanafiyyah, dll.
- Alkhudri mengatakan : "Sesunggunya aku adalah seorang penasihat untukmu, dan aku sangat menyayangimu, telah sampai berita bahwa orang-orang yang mengaku sebagai syiahmu (pembelamu) di kufah menulis surat kepadamu"
-
Komentar
Posting Komentar