Tragedi Terbunuhnya Utsman bin Affan | Ustadz Wira Mandiri Bachrun

 - Pencapaian wilayah kaum muslimin di masa utsman bin affan mulai dari Afganistan sampai Tunisia,

- Di masa-masa akhir kekhalifahan Utsman muncul isu-isu yang tidak benar, yang berakhir dengan terbunuhnya Utsman,

- Sosok Abdullah bin Saba, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, dia menyebarkan kekacauan di tengah-tengah kaum muslimin, fitnah terhadap utsman, dia pergi ke mesir, dia mengajak orang ke basrah dan kufah mengajak orang untuk menurunkan Utsman bin Affan,

- Fitnah/tuduhan kepada Utsman bin Affan : 

1. Utsman melakukan nepotisme dengan mengangkat keluarganya sebagai Pejabat, ketika utsman bin affan menjadi khalifah maka gubernur-gubernur diganti oleh kerabat utsman, 

bantahan : ada 21 orang yang pernah diangkat menjadi Gubernur, dari 21 orang ini hanya 5 orang saja kerabat Utsman, atau sekitar 25%, Juga diantara mereka bukan Utsman yang mengangkat tapi diangkat sejak masa kekhalifahan Umar bin Khattab, seperti Mu'awiyyah bin Abu Sufyan (Gubernur Syam) yang mengusulkan pembentukan Angkatan Laut.

Juga Abdullah bin Amir (punya rekam jejak saat menaklukan wilayah Persia),

Juga Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarrah juga punya rekam jejak yang sangat baik, memimpin penaklukan-penaklukan di Benua Afrika, 

Ketika ada laporan bahwa kerabat Utsman (Alwalid) minum Khamar maka dengan tegas utsman mengganti orang tersebut (Alwalid bin Utbah), Juga beliau pernah mengganti Sa'id bin Al Ash oleh Abu Musa Al'Asyari, 

Kesimpulannya tidak ada satupun kerabat Utsman yang diangkat menjadi Gubernur oleh utsman dan setiap ada kerabatnya yang tidak mampu maka segera diganti.

Saat Utsman wafat ada 3 orang Gubernur yang aktif ;

1. Mu'awiyah bin Abi Sufyan, (diangkat oleh Umar) 

2. Abdullah bin Amir, (diangkat karena kecakapannya)

3. Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah, (diangkat karena kecakapannya)

Apa salahnya Utsman mengangkat kerabatnya lebih memudahkan Koordinasi, Ali bin Abi Thalib juga mengangkat kerabatnya, ketika utsman mengangkat segelintir kerabatnya mereka kritik habis-habisan, tetapi ketika Ali (mengangkat Abbas) melakukan hal yang sama mereka diam, 

Juga hal yang wajar ketika pejabat tersebut berasal dari kerabat utsman bin Affan karena memang Jumlah keluaga Utsman sangat banyak dan mereka adalah orang-orang terpandang (punya kelebihan),

Faidah dari Ibnu taimiyyah : "Dan tidaklah kita mengetahui ada satu Kabilah dari orang-orang Quraisy yang banyak diangkat oleh Rasulullah"

di Zaman Rasulullah banyak yang diberi tugas dari kalangan banu Abu Syams, 

Mu'awiyah bin Abi Sufyan dipercaya oleh nabi sebagai pencatat wahyu, 

2. Utsman berlaku Dzholim kepada Abu Dzar Al Ghifari,

Abu Dzar memiliki kedudukan di sisi Nabi, digambarkan utsman mengusir Abu Dzar keluar dari kota Madinah, seakan-akan menunjukkan Utsman orang yang Dzholim (kalau ada yang berbeda pendapat dengan beliau) diusir, padahal kenyataanya tidak seperti itu. 

Apa yang sebenarnya terjadi antara utsman dan Abu Dzar ?

Dikisahkan Abu Dzar berada di negeri Syam, ketika itu yang menjadi Gubernur Syam adalah Mu'awiyah bin Abi Sufyan, di masa ini banyak sekali terjadi penaklukan sehingga harta benda kaum Muslimin melimpah, Mu'awiyyah ketika itu menyimpan sebagian harta-harta tersebut namun, Abu dzar tidak setuju, karena menurut prinsipnya hendaknya harta-harta tersebut langsung dinafkahkan di Jalan Allah, beliau berdalil :

۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil serta memalingkan (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah, berikanlah kabar ‘gembira’ kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih (ATTAUBAH :34)

Sedangkan penduduk Syam ketika itu menyimpan emas dan perak, apakah pemahaman Abu Dzar ini benar ? sayangnya Ijtihad ini keliru karena ayat ini maksud dari  tidak menginfakkannya di jalan Allah, maksudnya tidak mengeluarkan zakatnya , jadi boleh kita menyimpan emas dan perak namun jika telah mencapai Nishabnya / Haulnya maka wajib dikeluarkan zakatnya 1/40 dari yang kita simpan.

Kemudian perkara ini dibawa ke hadapan Utsman bin Affan dan tentunya Utsman menguatkan pilihan Mu'awiyyah. Maka kemudian Abu Dzal Al Ghifari sendiri lah yang meminta agar dia tinggal di luar kota Madinah, bukan di usir oleh utsman. 

Disebutkan oleh Abu Nu'aim : Zaid bin Wahab pernah bertemu Abu Dzar di Robadah (daerah pinggir kota Madinah), apa yang menyebabkan dirimu untuk tinggal disini ? ... Abu Dzar menjawab : dahulu aku pernah tinggal di negeri Syam, kemudian aku berdiskusi dengan Mu'awiyyah tentang Firman Allah surat attaubah ayat 34, maka Muawiyyah mengatakan ayat ini turun tentang Ahli Kitab, adapun aku mengatakan bahwa ayat ini diturunkan untuk kita dan mereka. 

Maka kemudian Muawiyyah mengirim surat kepada utsman mengadukan tentang diskusi yang terjadi antara kami maka kemudian menulis surat kepada Muawiyyah yang isinya Abu Dzar maka hendaknya engkau menghadapku di kota Madinah.

Maka kemudian Abu Dzar menghadap kepada Utsman, ketika itu orang-orang di kota Madinah memandangku seakan-akan mereka tidak mengenaliku (karena sosok Abu Dzar yang zuhud dan sederhana), di Masa Utsman kaum Muslimin di puncak masa kesejahteraan (sulit mencari orang yang bisa dizakati), kemudian Abu Dzar mengadukan dirinya merasa terasing, maka kemudian Utsman memberikan pilihan kepadaku "kalau engkau merasa tidak nyaman maka silahkan wahai abu dzar silahkan engkau pergi kemana yang engkau kehendaki. Dalam riwayat ini disebutkan Abu Dzar yang memilih tinggal di luar kota madinah.  

Juga disebutkan dari Abdullah bin Shamit (keponakan Abu Dzar), beliau mengatakan : ketika itu aku bersama pamanku (Abu Dzar), menemui Utsman bin Affan Kemudian pamanku mengatakan : "Wahai Utsman Izinkan aku untuk tinggal di Robadah" bahkan utsman berkata wahai Abu Dzar biarkan aku perintahkan engkau agar engkau diberi hewan-hewan ternak yang bisa engkau pakai untuk melakukan perjalanan. agar engkau bisa pakai bolak-balik, Abu Dzar mengatakan : aku tidak membutuhkan kendaraan tersebut maka cukuplah hewan-hewan ternak yang aku miliki.

Lalu Abu Dzar meninggalkan Madinah sambil berkata : Tetaplah kalia dengan dunia kalian dan biarkanlah kami bersama Robb kami agama kami.

3. Utsman memberikan 1/5 rampasan perang (Ghanimah) kepada saudara-saudara beliau diantaranya kepada Marwan bin Alhakam, 

Rampasan dibagi 5 : 4/5 nya dibagi-bagikan kepada para Mujahidin (orang-orang yang ikut berperang dalam perang tersebut), 1/5 nya diserahkan kepada pemimpin kaum muslimin untuk dipergunakan bagi kemashlahatan kaum muslimin (Baitul maal),

nah, orang-orang mengatakan/menuduh Utsman Ghanimah yang 1/5 dibagikan kepada saudara beliau maka ini kedustaan. Karena yang dibagikan Utsman kepada saudara beliau bukan 1/5 tapi 1/5 dari 1/5 (1/25) dari rampasan perang tadi, seakan-akan jatahnya baitul Mal diserahkan oleh beliau tapi 1/25 dan itu merupakan Hak dari seorang khalifah ketika ada kemaslahatan yang diberikan misalnya untuk memacu agar seseorang lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

4. Utsman membakar Mushaf,

Di masa Utsman bin Affan ketika Armenia dan Ajarbeizan dikuasai terjadi perbedaan pendapat/cara membaca alquran, karena ada sahabat yang berasal dari Muhajirin dan ada juga yang berasal dari Ansar, kemudian Hudzaifah bin Yaman mengusulkan kepada utsman untuk membuat Mushaf standard, kemudian beliau perintahkan sebagian sahabat diantaranya Zaid bin tsabit bersama timnya untuk membuat Alquran Standar, beliau kemudian meminta izin kepada Hafsah Ummul Mukminin (yang menyimpan Mushaf di masa Abu bakar As Shidiq) untuk dijadikan sebagai rujukan kemudian dibuatlah beberapa Mushaf dan disebarkan ke berbagai macam negeri yang berhasil ditaklukan oleh kaum Muslimin, maka Mushaf inilah yang menjadi Standar adapun yang lainnya diperintahkan Utsman untuk dibakar. Maka ini menjadi celaan bagi beliau padahal para sahabat sepakat dengan apa yang dilakukan Utsman bin Affan, tidak ada yang protest. Ini adalah Ijma yang terjadi di tengah-tengah para sahabat, bahkan menuai pujian dari para sahabat.

Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib : (yang dikesankan oleh sebagian orang tidak akur/rivalnya), "Tidaklah yang dilakukan oleh Utsman terhadap Mushaf-mushaf itu kecuali setelah dia meminta pendapat kami" jadi bukan keputusan Utsman saja, Utsman berkata : aku memandang untuk mengumpulkan manusia di atas 1 mushaf sehingga tidak terjadi perpecahan dan perselisihan diantara mereka maka para sahabat mengatakan alangkah bagusnya idemu.

5. Utsman mendholimi (merobek ususnya) Abdullah bin Mas'ud dan mematahkan tulangnya Ammar bin Yassir.

Bantahan : Utsman memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Abdullah bin Mas'ud, disebutkan oleh Imam Addahabi : ketika Abdullah bin Mas'ud sakit beliau dikunjungi oleh Utsman, kemudian Utsman menanyakan apa yang kau keluhkan wahai Abdullah maka Abdullah mengatakan ; dosa-dosaku wahai Utsman, apa yang kamu inginkan wahai Ibnu mas'ud ? 

Ibnu mas'ud : Aku sangat berharap rahmat dari Robbku,

Utsman : Tidakkah engkau ingin wahai Ibnu Mas'ud agar aku panggilkan seorang dokter 

Ibnu Mas'ud : kehadiran seorang dokter justru menambah sakitku,

Utsman : Tidakkah engkau mengingingkan sebuah pemberian wahai Ibnu Mas'ud 

Ibnu Mas'ud : aku tidak memerlukannya.

Kemudian Azzubair bin Awwam menemui Utsman saat Abdullah bin Mas'ud telah meninggal dunia, ternyata Abdullah bin Mas'ud meninggalkan keluarganya dalam membutuhkan harta.

Azzubair : berikanlah kepadaku apa yang dijanjikanmu kepadaku karena sesungguhnya keluarga Abdullah bin Mas'ud sangat membutuhkan harta daripada disimpan di baitul maal. Kemudian Utsman memberikan 15.000 dirham kepada keluarganya Abdullah bin Mas'ud.

6. Utsman memperluas lahan gembala unta-unta Shodaqoh yang tidak ada contohnya dari nabi.

Imam Ahmad : adapun tuduhan mereka bahwa Utsman telah mencaplok tanah menjadikan sebagai lahan gembala maka sesungguhnya Umar telah melakukan hal yang sama, beliau telah membuat lahan-lahan khusus maka saat aku menjadi pemimpin maka aku hanya melakukan apa yang dilakukan oleh umar tidaklah aku menambahi apa yang beliau tambahi.

7. Utsman tidak mengikuti Sunnah karena tidak mengqashar Sholat ketika di Mekkah, 

para ulama menjelaskan kenapa Utsman melakukan hal tersebut :

- banyaknya orang-orang yang baru masuk Islam sehingga beliau tidak ingin menimbulkan kebingungan kalau sholatnya 4 rakaat kemudian diringkas menjadi 2 rakaat,

- Utsman memiliki rumah/tempat tinggal di sekitar kota Mekkah sehingga beliau menggangap diri beliau bukanlah seorang musafir karena beliau memiliki 2 tempat memukim.

8. Utsman tidak ikut perang badar 

9. Utsman kabur dalam perang uhud

10. Utsman tidak mengikuti Baiat Ridwan 

Bantahan : Abdullah bin Umar bercerita ada seseorang dari Mesir kemudian dia menunaikan ibadah haji ke baitullah 









































 















































 









































Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH KEMUNCULAN SYIAH - USTADZ HUMAIROH

Awal Mula Muncul 20 Sifat Allah (Asy'ariyah) 🔵 Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, Ma.

PENJAGA SETIAP MANUSIA